Our Story

76
Lulusan
128
Jumlah murid
31
Jumlah Guru

Global Integrated Entrepreneurship School


SEJARAH

Pada tanggal 14 Februari 2007, di bawah Yayasan Parama Saguna, dimulailah pelayanan pendidikan sebuah tempat belajar dengan nama Pondok Anak Pintar , yang kemudian dengan pertimbangan keselarasan karena menggunakan bahasa pengantar 80% Bahasa Inggris, maka namanya mengalami perubahan menjadi Smart Kids Hut , yang memiliki jenjang Preschool – (Pra Sekolah) dan Kindergarten (Taman Kanak-Kanak). Dalam perjalanannya, kebutuhan akan jenjang yang lebih tinggi mendukung untuk diadakannya Sekolah Dasar. Pada awal pendirian sekolah dasar, Yayasan merencanakan juga untuk melanjutkan jenjang pendidikan sampai ke jenjang Sekolah Menengah Pertama. Oleh sebab itu, Yayasan merasa perlu untuk mengganti nama Smart Kids Hut, dengan pertimbangan nama tersebut kurang cocok untuk digunakan sebagai nama sekolah sampai di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Diputuskan nama sekolah menjadi DAMIAN SCHOOL. Nama ini diambil dari nama seorang santo dari gereja Katolik yang lengkapnya adalah Santo Damian de Veusteur. Beliau seorang yang sangat teguh dalam melayani. Motto beliau adalah ‘sekarang giliranku’. Motto ini membawa beliau untuk melakukan yang terbaik untuk apa yang saat itu menjadi fokus pelayanannya. Yayasan berharap semua yang tergabung di Damian School mempunyai semangat totalitas dalam apa yang dilakukan.

Komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik dalam sarana dan prasarana, mendorong pihak yayasan untuk bekerja sama dengan pihak PT. Belaputera Intiland (Kota Baru Parahyangan). Pada tanggal 8 Agustus 2011, ditandatangani perjanjian kerja sama penyediaan lahan oleh pihak PT.Belaputera Intiland. Peletakan batu pertama oleh Ketua Yayasan Parama Saguna Bapak David Antonius Daliman dan Direktur Utama PT. Belaputera Intiland – Bapak Sanusi Tanawi dilakukan pada tanggal 16 Desember 2011. Sejak 2012-2013, seluruh jenjang bergabung di gedung baru di jalan Gurugantangan Kav. 1 Blok A – Kota Baru Parahyangan.

Tahun Ajaran 2016-2017 mulai dibuka jenjang Junior High School (SMP), dengan mengkolaborasikan standar nasional pemerintah (KTSP 2006) dan Cambridge Curriculum untuk mata pelajaran Math (Matematika), Combine Science (IPA Terpadu) dan English (Bahasa Inggris). Menimbang materi pembelajaran di SMP yang padat dan lebih mendalam, maka mulai tahun ajaran 2017-2018 diputuskan untuk mengikuti standar pemerintah secara penuh guna mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Nasional.

Meet Our Team

Teaching with heart

Our Headmistress
photo_2020-12-02 15.06.52

Yunita Kristian Manulang, S.Pd.

Kepala Taman Kanak-Kanak
photo_2020-11-23 21.55.55

Ika Melania, S.T.

Kepala Kelompok Bermain dan Sekolah Dasar
photo_2020-12-02 15.07.00

Connieta Theotirta, S.T.

Kepala Sekolah Menengah Atas

Visi dan Misi

Visi
Menumbuhkan individu cerdas dengan kualitas, karakter, kepribadian dan kemampuan positif untuk dapat bertahan di dunia yang terus berkembang.

Misi
1. Menyediakan kurikulum terbaik bagi siswa sejalan dengan kebijakan pemerintah.
2. Menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman dan berkualitas.
3. Bertumbuh bersama orang tua siswa dalam proses pembelajaran.
4. Memperkaya pola pembelajaran yang mendukung kemampuan berpikir kritis yang positif dan kemampuan untuk memecahkan masalah.
5. Mendukung kecerdasan dasar setiap pribadi sesuai dengan bakat dan keterampilannya.
6. Mengembangkan pribadi yang berkarakter kuat baik secara mental, rasional dan seimbang antara kecerdasan akademis, sosial dan emosional.
7. Menciptakan keharmonisan dan sinergi dalam perkembangan pribadi, sosial dan psikologi.
8. Mendukung semua aspek kecerdasan talenta majemuk sebagai kecerdasan setiap pribadi.

Tujuan

Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Merujuk pada tujuan pendidikan tersebut, maka tujuan DAMIAN SCHOOL adalah sebagai berikut:
1. Dapat mengamalkan ajaran agama dan budi pekerti hasil dari proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan.
2. Meraih prestasi akademik maupun non-akademik minimal tingkat kabupaten/kota.
3. Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.
4. Menjadi sekolah pelopor kewirausahaan dan penggerak masyarakat sekitar di bidang pelestarian lingkungan hidup.