PENTINGNYA KESADARAN AKAN KESEHATAN MENTAL

PENTINGNYA KESADARAN AKAN KESEHATAN MENTAL

Oleh: Yunita Kristian Manulang, S.Pd.

Menurut WHO (2004), kesehatan mental adalah kondisi sejahtera dimana individu mampu :

✔️Menyadari kemampuan yang ia miliki;

✔️Mengatasi tekanan dan stres dalam kehidupan sehari-hari;

✔️Bekerja produktif;

✔️dan mampu berkontribusi aktif di lingkungan atau komunitasnya

 

Lalu apakah saya sudah sehat secara mental?

Masalah yang dialami seperti beban kerja, tanggung jawab di rumah, banyak tugas sekolah, dikhianati teman, dan sebagainya, yang membuat kita merasa kecewa, sedih, marah, pesimis merupakan kondisi yang wajar. Karena kita akan selalu dihadapkan pada situasi yang sifatnya dinamis dan tidak terduga.

Kondisi “wajar” di atas diistilahkan sebagai mental distress, yakni perasaan yang dialami oleh seseorang ketika dihadapkan pada situasi yang menimbulkan ketidaknyamanan. Ia mau berupaya mengatasinya dengan menggunakan keterampilan penyelesaian masalah secara tepat.

Kondisi seperti apa yang sudah masuk ke dalam kategori masalah kesehatan mental?

Bila mental distress dirasa sangat berat, tidak dapat menyelesaikan masalah secara optimal dan bahkan mengganggu kesehatan fisik, sehingga memerlukan tenaga profesional (misalnya psikolog) untuk membantu mengupayakan strategi pemecahan masalah yang lebih efektif.

Apakah gangguan mental itu?

Gangguan mental adalah sakit psikis pada otak yang menyebabkan ganguan dalam berpikir, berperilaku, energi atau emosi yang sulit diatasi pada kehidupan sehari-hari.

Terdapat 2 gangguan mental yang paling umum dialami :

1. Anxiety Disorders : seperti post-traumatic stress disorder (PTSD), obsessive-compulsive disorder (OCD), panic disorder (panic attacks), generalized anxiety disorder dan specific phobias.

2. Mood Disorders : seperti depressi dan depresi bipolar.

Apa yang dapat dilakukan untuk membantu mereka yang mengalami gangguan mental?

Meski persepsi umum mengenai gangguan mental ini sudah meningkat, namun stigma gangguan mental masih kuat. Besarnya stereotip media dan kurangnya pendidikan, membuat seseorang cenderung menempelkan stigma negatif pada kondisi kesehatan mental daripada penyakit dan kecacatan lainnya.

Stigma dan informasi yang salah dapat menjadi hambatan yang luar biasa bagi seseorang yang sedang berjuang dengan kondisi kesehatan mental.

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

1. Menunjukkan rasa hormat dan menerima mereka sehingga mereka dapat berhasil mengatasi penyakit mereka.

2. Melihat mereka sebagai pribadi, bukan sebagai pesakit. Kita perlu terus mendukung mereka berjuang akan kesehatan mental nya.

3. Melakukan advokasi atau membuat komunitas yang membantu memastikan bahwa mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama.

4. Mempelajari lebih lanjut tentang kesehatan mental, membimbing mereka agar lekas sembuh, mendukung keluarga mereka yang memiliki gangguan mental.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *